Di tengah suasana bulan suci Ramadhan ini, banyak pasien yang melihat peluang emas: “Mumpung jam kerja lebih pendek dan sebentar lagi libur Lebaran, ini waktu yang pas buat benerin rambut. Biar pas Halal Bihalal nanti penampilan sudah beda.”
Namun, niat ini sering terhalang oleh satu keraguan besar: “Kalau saya operasi siang hari, apakah puasa saya batal? Bagaimana kalau saya lemas karena keluar darah saat sedang menahan lapar?”
Pertanyaan ini sangat valid. Transplantasi rambut adalah prosedur medis yang memakan waktu panjang (6-8 jam) dan membutuhkan stamina prima.
Di artikel ini, Integrafts tidak akan mengajak Anda berdebat soal hukum fiqih yang rumit. Kami akan memberikan solusi medis praktis agar Anda tetap bisa mendapatkan rambut baru tanpa harus mengorbankan satu hari pun puasa Anda.
Dilema Operasi Siang Hari: “Sah” Tapi Berisiko
Secara teknis medis, suntikan bius lokal (local anesthesia) memang tidak masuk ke saluran cerna (bukan makan/minum). Namun, melakukan operasi maraton selama 6 jam dalam kondisi perut kosong memiliki risiko medis yang nyata:
Risiko Hipoglikemia (Gula Darah Drop)
Saat berpuasa, cadangan gula darah Anda menipis. Jika ditambah stres fisik akibat tindakan medis, Anda berisiko mengalami Hipoglikemia. Gejalanya: Pusing, keringat dingin, jantung berdebar, hingga pingsan. Jika ini terjadi di tengah operasi, dokter terpaksa harus menghentikan tindakan dan memberikan asupan manis demi keselamatan Anda. Akibatnya? Puasa Anda terpaksa batal.
Faktor Pendarahan & Stamina
Walaupun minim, prosedur ini tetap mengeluarkan darah. Dalam kondisi normal, ini tidak masalah. Tapi saat puasa, kehilangan cairan tubuh sekecil apapun bisa mempercepat dehidrasi dan rasa lemas yang luar biasa.
Kesimpulan Kami: Mengapa harus mengambil risiko batal puasa atau lemas di siang hari, jika ada opsi yang jauh lebih nyaman?
Solusi Integrafts: “Night Session” (Operasi Setelah Berbuka)
Untuk mengakomodasi kebutuhan pasien di bulan suci ini, Integrafts membuka opsi jadwal operasi Malam Hari. Ini adalah win-win solution terbaik. Berikut skenarionya:
Iftar di Klinik (Jam 18.00)
Anda datang ke klinik menjelang Maghrib. Kami menyarankan Anda berbuka puasa dengan menu lengkap (Karbohidrat kompleks & Protein).
-
Tujuannya: Mengisi “bensin” tubuh agar gula darah stabil dan siap menghadapi prosedur medis.
Tindakan Medis (Jam 19.30 – Selesai)
Setelah sholat Maghrib/Isya, operasi dimulai.
-
Keuntungan: Karena sudah tidak puasa, Anda bebas minum air putih atau snacking di sela-sela istirahat operasi. Hidrasi yang cukup membuat darah lebih encer dan oksigen ke akar rambut (graft) lebih lancar. Hasil tanam pun jadi lebih maksimal.
Pulang Jelang Sahur
Operasi biasanya selesai tengah malam atau dini hari. Anda bisa pulang, istirahat, dan bangun untuk makan sahur dengan kondisi perban kepala yang sudah rapi. Ibadah puasa hari itu aman, puasa besok pun tetap jalan.
BACA JUGA: Transplantasi Rambut Menurut Islam ini Fatwa dan Syaratnya
Kapan Boleh Pakai Peci/Kopiah Saat Lebaran?
Ini adalah pertanyaan paling krusial. Banyak pasien ingin operasi sekarang agar saat Lebaran bisa tampil rapi pakai Peci/Kopiah untuk menutupi kepala yang sedang botak/merah.
Tunggu dulu! Ada aturan medis ketat yang wajib Anda patuhi.
Secara medis, Graft (akar rambut baru) membutuhkan waktu 10-14 hari untuk tertanam kuat (anchored) di kulit kepala.
Fase Kritis (Hari 0 – 10 Pasca Operasi)
Status: DILARANG KERAS memakai topi, peci, kupluk, atau penutup kepala apapun yang menekan area tanam.
Risiko: Gesekan kain peci sedikit saja bisa mencabut graft yang belum kering. Jika graft lepas, rambut tidak akan tumbuh permanen.
Saran untuk Lebaran: Jika Anda operasi kurang dari 10 hari sebelum Lebaran, Anda TIDAK BOLEH memakai peci saat Sholat Ied. Biarkan kepala terbuka atau gunakan topi longgar khusus (bucket hat) yang disediakan klinik (dengan protokol tertentu). Jadikan ini alasan medis untuk tidak berlama-lama panas-panasan saat silaturahmi.
Fase Aman (Hari 14+ Pasca Operasi)
Status: BOLEH memakai Peci/Kopiah.
Syarat: Jika Anda operasi di awal atau pertengahan Ramadhan (H-14 sebelum Lebaran), maka saat Hari Raya nanti graft Anda sudah kuat.
Keuntungan: Anda bisa bebas menggunakan Peci/Kopiah untuk menutupi fase ugly duckling (kemerahan/botak) saat bertemu keluarga besar. Penampilan tetap sopan dan rapi.
Tips Persiapan Fisik Sebelum Operasi Malam
Agar hasil operasi malam maksimal, lakukan ini saat berbuka puasa:
Hindari Kafein: Jangan minum kopi saat berbuka di hari operasi. Kafein bisa meningkatkan detak jantung dan pendarahan.
Perbanyak Protein: Makanlah daging, ayam, atau telur saat berbuka. Protein adalah bahan baku penyembuhan luka.
Stop Rokok: Nikotin menyempitkan pembuluh darah. Berhentilah merokok minimal 24 jam sebelum tindakan agar bius bekerja efektif.
Kesimpulannya Hitung Hari Sebelum Booking
Jadi, bolehkah hair transplant saat puasa? Boleh dan sangat strategis. Namun, perhatikan kalender Anda:
Booking Awal Ramadhan: Agar saat Lebaran sudah aman pakai Peci.
Booking Akhir Ramadhan: Fokus untuk istirahat total (bed rest) selama libur Lebaran tanpa penutup kepala.
Pilih strategi yang paling sesuai dengan rencana mudik/silaturahmi Anda.
Penting: Slot operasi malam (Night Session) sangat terbatas karena durasinya yang panjang.
Mau mengamankan jadwal operasi malam Anda? Hubungi tim kami sekarang untuk cek tanggal yang masih tersedia.
[Cek Slot Operasi Spesial Ramadhan (WhatsApp)]
Lihat postingan ini di Instagram
Sebuah kiriman dibagikan oleh Integrafts Hair Transplant Center Indonesia (@integrafts)