Pomade Bikin Rambut Botak dan Rontok? Ini Faktanya!

Pomade Bikin Rambut Botak dan Rontok Ini Faktanya!

Pomade adalah produk styling rambut yang sangat digemari para pria untuk tampil rapi dan keren. Namun, di balik popularitasnya, ada kekhawatiran besar. Apakah pemakaian pomade setiap hari bisa menyebabkan rambut rontok atau bahkan kebotakan, terutama pola rambut “M shape” yang sering muncul?

Kali ini, kita akan kupas tuntas berdasarkan riset ilmiah terbaru dan pendapat para ahli. Anda bakal tahu fakta sebenarnya, risiko yang perlu diwaspadai, dan bagaimana memakai pomade dengan aman agar rambut tetap sehat.

Apa Itu Penyebab Utama Kerontokan Rambut Pria?

Sebelum menyalahkan pomade, penting banget tahu bahwa kerontokan rambut pria paling umum disebabkan oleh Androgenetic Alopecia alias kebotakan pola pria. Ini terjadi karena faktor genetika dan hormon DHT (dihidrotestosteron) yang membuat folikel rambut menyusut dan akhirnya berhenti tumbuh.

Jadi, pola garis rambut mundur seperti “M shape” itu bukan karena pomade, melainkan faktor bawaan genetik dan hormon yang sudah ada.

Faktor Usia, Proses ini sangat berkaitan dengan penuaan. Data menunjukkan sekitar 16% pria usia 18-29 tahun dan 53% pria usia 40-an sudah mengalami kerontokan rambut tingkat sedang hingga parah karena faktor genetik-hormonal ini.

Selain itu, faktor lain yang bisa bikin rambut rontok adalah stres, kekurangan nutrisi, iritasi kulit kepala, atau penyakit tertentu. Namun, pomade tidak langsung memicu kebotakan genetik ini.

Jadi, jika Anda mulai melihat garis rambut membentuk pola “M”, kemungkinan besar itu adalah tanda awal Androgenetic Alopecia yang didorong oleh faktor genetik, bukan karena pomade yang Anda gunakan setiap hari.

Jika Bukan Penyebab Langsung, Mengapa Rambut Saya Rontok Saat Pakai Pomade?

Pertanyaan ini sangat wajar. Meskipun pomade tidak memicu kebotakan genetik, Namun, penggunaan pomade yang tidak tepat bisa memicu masalah rambut secara tidak langsung.

Faktor Risiko Pomade yang Bisa Memicu Kerontokan

Pomade berbasis minyak (oil-based) cenderung sulit dibersihkan dan bisa menyumbat pori-pori kulit kepala. Residu yang menumpuk bisa menyebabkan iritasi, ketombe, dan infeksi folikel rambut yang berujung pada kerontokan.

Memakai pomade terlalu banyak dan sering tanpa cuci bersih bisa membuat kulit kepala lepek, berminyak, dan rentan peradangan.

Pomade dengan daya rekat sangat kuat bisa membuat rambut kaku dan susah disisir. Saat menyisir rambut yang kaku, bisa terjadi tarik-menarik yang menyebabkan rambut patah atau tercabut.

Pomade water-based tertentu mengandung alkohol atau bahan pengawet yang jika dipakai terus-menerus bisa membuat rambut kering dan rapuh.

Pomade Oil-Based vs Water-Based: Mana yang Lebih Aman?

  • Pomade Oil-Based Lebih tahan lama dan mengilap, tapi berisiko menyumbat folikel rambut jika tidak dibersihkan dengan benar. Cocok untuk rambut tebal, tapi harus ekstra perhatian pada kebersihan.

  • Pomade Water-Based Lebih ringan dan mudah dicuci, sehingga risiko residu menumpuk lebih kecil. Namun, bisa membuat rambut kering jika mengandung alkohol tinggi.

Bagi Anda yang rambutnya mulai menipis atau kulit kepala sensitif, pomade water-based dengan formula lembut dan bahan pelembap lebih direkomendasikan.

BACA JUGA: Sudah Coba Minoxidil tapi Jenggot Masih Botak? Ini Solusi Medis yang Beneran Ampuh

Tips Memakai Pomade Tanpa Risiko Rambut Rontok

1. Jangan berlebihan, cukup tipis-tipis saja supaya rambut tetap “bernapas” dan tidak berat.

2. Hindari pomade yang mengandung bahan keras seperti alkohol tinggi, paraben, sulfat, dan pewangi sintetis yang berisiko iritasi.

3. Keramas setiap habis menggunakan pomade, terutama yang oil-based, dengan sampo pembersih mendalam agar tidak ada residu yang menumpuk.

4. Residu pomade yang tertinggal semalaman bisa menyumbat pori-pori dan memperburuk kondisi kulit kepala.

5. Jangan tarik rambut kasar saat sudah dipakai pomade, terutama produk dengan hold kuat.

6. Tidak perlu memakai pomade setiap hari, beri jeda beberapa hari dalam seminggu supaya kulit kepala dan rambut bisa pulih.

7. Jika muncul gatal, kemerahan, atau jerawat kecil di kulit kepala, segera hentikan pemakaian produk dan konsultasi ke dokter.

Jadi, Haruskah Berhenti Pakai Pomade?

Tidak perlu. Pomade tidak secara langsung menyebabkan kebotakan permanen atau kerontokan rambut genetik. Penyebab utama kebotakan pola “M” adalah faktor genetik dan hormonal yang sudah ada di dalam tubuh Anda.

Pomade baru menjadi masalah ketika digunakan secara tidak tepat, terutama akibat kebersihan yang buruk yang menyebabkan residu menumpuk dan merusak kesehatan kulit kepala. Kabar baiknya, kerontokan yang disebabkan oleh kesalahan penggunaan ini umumnya bersifat sementara dan rambut bisa tumbuh kembali setelah faktor pemicunya diatasi.

 

 

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Search

Kami menawarkan peluang kemitraan atau waralaba bagi Anda yang berminat mengembangkan klinik transplantasi rambut. Program ini memungkinkan Anda untuk langsung beroperasi dengan memanfaatkan jaringan dan pasar yang telah kami bangun di Indonesia.

Categories

populer Posted

Berapa Harga Hair Transplant di Indonesia
Rambut Rontok dan Patah pada Wanita Penyebab, Solusi, dan Hair Transplant untuk Wanita
Sudah Coba Minoxidil tapi Jenggot Masih Botak Ini Solusi Medis yang Beneran Ampuh
Transplantasi Rambut Menurut Islam Ini Fatwa dan Syaratnya

Anda Mungkin Suka

Benarkah Jus Bawang Merah Bisa Hentikan Kebotakan? Ini Kata Penelitian!
Mengenali Tanda Awal Kebotakan Rambut
7 Pertanyaan yang Wajib Anda Ajukan Sebelum Memilih Klinik Transplantasi Rambut
Subscribe Now
Jadi yang pertama untuk mendapatkan update seputar Promo dan Informasi Hair Trasnplant.
© Copyright Integrafts 2025